Kepotoday.com – Sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) tidak berafiliasi politik yang berwatak Marhaenis, Humanis, Progresif dengan ciri budaya gotong royong, Barisan Penegak Trisakti Bela Bangsa (Banteng Indonesia) merayakan hari jadinya yang ke 7 (tujuh) tahun (20/10/2018). Tujuh tahun dalam menjaga idealisme, konsistensi dalam pergerakan dengan keterbatasan bukanlah hal mudah untuk menggerakkan potensi masyarakat.

Organisasi ini lahir ketika situasi saat itu bangsa Indonesia menghadapi degradasi nilai-nilai kebangsaan, gejala menguatnya kelompok sektarian dan primordialisme, eksklusifisme dengan dalih kebebasan demokrasi serta tren perkembangan lompatan teknologi informasi yang dampaknya kita rasakan hari ini dengan munculnya sikap intoleran, maraknya penghasutan/provokasi, meluasnya ujaran kebencian serta penyebaran berita hoax melalui media sosial yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Oleh karena itu menjadi tanggungjawab moral ormas Banteng Indonesia untuk senantiasa terus menerus secara proaktif mengambil peran dalam mewujudkam kehidupan berbangsa yang harmoni dalam kemajemukan serta membangun optimisme untuk Indonesia yang semakin maju.

Sejak konsolidasi organisasi tahun 2015, Banteng Indonesia telah dideklarasikan dimulai dari pinggiran Indonesia yakni di Papua lalu Kalimantan Utara, Kepulauan Riau. Hal ini sejalan dengan program Nawacita. Selanjutnya disusul deklarasi DI Jogjakarta, Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta dan Nusa Tenggara Timur.

Sebagai refleksi dalam memperingati hari jadinya ke 7 (tujuh) tahun bertempat di Cikini, Jakarta Pusat, Ketua Umum DPP Banteng Indonesia, I Ketut Guna Artha kembali mengingatkan kepada jajaran pengurus atas watak, karakter dan pokok-pokok perjuangan dari ormas yang dipimpinnya.

“Saya pertegas bahwa Banteng Indonesia adalah organisasi yang tidak terlibat dalam politik praktis, tidak terlibat dalam dukung mendukung pasangan calon kepala daerah atau calon presiden. Peran kita adalah mengedukasi masyarakat agar tidak melupakan sejarah, mengedukasi masyarakat agar berdaya, kritis yang konstruktif sehingga mampu menjaga kedaulatan dan kemandirian bangsa sebagaimana yang dicita-citakan Bung Karno, ” I Ketut Guna Artha.

Pokok program dalam mengamalkan nilai-nilai moralitas yang menjadi spirit/keteladanan dalam pembentukan karakter bangsa (nation & character building), Banteng Indonesia mendorong dan mendukung upaya pemerintah untuk memperkuat Sumber Daya Manusia. Dengan membentuk kementerian koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sebagai leading sector Gerakan Revolusi Mental kami apresiasi, namun implementasinya kami lihat masih sebatas kampanye, perlu bentuk kegiatan/program yang lebih kongkrit walaupun kami menyadari bahwa pembangunan manusia lebih mahal dari membangun infrastruktur.

Kemitraan Kemendagri dalam meningkatkan kualitas pendidikan politik, wawasan kebangsaan yang telah menjalin kemitraan dengan 1.983 Ormas diharapkan dapat memperkuat pembangunan sumber daya manusia, namun perlu seleksi dan evaluasi menyeluruh dari ribuan ormas yang mendapat dana pemerintah tersebut jangan sampai malah ada yang melakukan penghancuran nasionalisme dan karakter bangsa serta ancaman terhadap ideologi Pancasila. Mengingat hasil survey menunjukkan bahwa intoleransi, radikalisme telah mengkooptasi intelektual kampus dan aparatur sipil negara.

Kemenpora sebagai penanggung jawab pembinaan pemuda tidak kalah penting perannya dalam peningkatan kapasitas pemuda, kepeloporan pemuda hingga kewirausahaan pemuda. Bonus demografi harus dimanfaatkan untuk melahirkan pemuda yang memiliki daya saing menghadapi tantangan ekonomi dunia. Ditengah bangsa menghadapi tekanan ekonomi dunia maka mahasiswa dan pemuda harus mampu survival, tidak gampang mengeluh dan menyerah apalagi menyebarkan informasi yang tidak benar. Maka dalam memperingati 90 tahun Sumpah Pemuda ini, pemuda harus kembali memaknai pentingnya persatuan dalam menciptakan stabilitas demi keberlangsungan pembangunan yang Indonesia sentris.

Dalam program mengisi cita-cita proklamasi menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari dibidang ekonomi serta berkepribadian dalam budaya Indonesia bahwa Banteng Indonesia mengajak masyarakat Indonesia untuk berhenti bertikai, saling membenci, marilah mengekspesikan kebebasan berpendapat, berserikat dan berkumpul dalam berdemokrasi dengan santun, elegan dan bermartabat sebagaimana kepribadian bangsa kita yang telah dicontohkan para pendiri bangsa. Saatnya semua bekerja melaksanakan kewajibannya, namun bukan berarti menumpulkan tradisi intelektual yang kritis dan konstruktif. Karena bagaimanapun fungsi kontrol harus ada untuk memastikan sistem berjalan on the track baik politik maupun ekonomi yang terus diperjuangkan berdikari agar tidak ketergantungan dengan pihak asing.

Dalam mempertahankan NKRI yang Berbhinneka, berideologi Pancasila yang diperjuangkan Bung Karno sebagai dasar filsafat bernegara pada 1 Juni 1945, Banteng Indonesia mengapresiasi pemerintah telah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Ini penting sebagai titik kulminasi atas pengakuan Pancasila sebagai ideologi final sekaligus menghentikan polemik berbagai versi sejarah lahirnya Pancasila. Oleh karena itu kami mendukung pemerintah untuk membubarkan organisasi yang tidak mengakui Pancasila sebagai ideologi negara. Tidak cukup hanya membubarkan tapi harus menjeratnya dengan hukum pidana karena melawan ideologi negara.

Dalam melindungi segala tumpah darah Indonesia yang meliputi bumi, air dan kekayaan sumber daya alam lainnya yang harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, menolak segala bentuk neokapitalisme dan neolibralisme, Banteng Indonesia menyadari bahwa Indonesia tidak bisa hidup sendiri tanpa bekerjasama dengan bangsa lain. Prinsip kerjasama bilateral maupun multilateral harus menguntungkan semua pihak. Oleh karena itu kami mendukung kebijakan pemerintah untuk mengevaluasi, memperbaiki melalui regulasi, deregulasi serta perbaikan kontrak karya penanaman modal asing yang kapitalis sejak jaman orde baru untuk dikembalikan porsinya sebesar-besarnya dikelola Indonesia untuk kemakmuran rakyat. Menjadikan BUMN tangguh sebagai lokomotif penggerak ekonomi mengingat BUMN bukan semata profit oriented tetapi juga memiliki tugas sosial dalam membiayai dan mengerjakan proyek-proyek strategis nasional walaupun tidak bernilai ekonomis misalnya membangun jalan trans Kalimantan, trans Papua serta BBM satu harga baik di Jawa maupun Papua.

Dalam memperjuangkan Indonesia setara dalam hak dan kewajiban sebagai warga bangsa, Banteng Indonesia mendorong pemerintah untuk bertindak adil dalam menjamin kebebasan beragama dan beribadah, menyelesaikan dengan tuntas bibit-bibit konflik agama melalui pendekatan hukum, hukum tidak boleh diintervensi tekanan massa dan politik. Orang tidak boleh dipenjara karena aksi demo. Setiap warga negara apapun suku dan agamanya harus dijamin kebebasannya oleh negara dalam menduduki jabatan politik, aparatur sipil negara, Polri, TNI, BUMN serta hak untuk mengembangkan usaha ekonomi sehingga stigma ekonomi Indonesia dikuasai etnik tertentu dapat terhapuskan.

Berperan aktif dalam menghimpun kekuatan nasionalis dan penguatan wawasan kebangsaan melalui bela negara, Banteng Indonesia telah melaksanakan beberapa program diantaranya apresiasi seni budaya untuk menumbuhkan kecintaan kepada tanah air dalam Konser Gita Mahardika Banteng Indonesia saat peringatan 72 tahun Kemerdekaan Indonesia di Monumen Proklamasi, 26 Agustus 2017, menghormati jasa pahlawan melalui kegiatan pembagian sembako dalam kegiatan Bhakti Veteran di Jakarta tanggal 21 Nopember 2017 dan membekali 500 mahasiswa dengan wawasan kebangsaan melalui Kemah Pemuda Indonesia (Satyawira Negara Pratama Gema Banteng Indonesia) di Waduk Sermo, Kulon Progo, DI Yogyakarta, 24 – 26 November 2017. Kami pernah diundang oleh Kemenhan dalam Apel Bela Negara di Monas pada tanggal 19 Desember 2015. Dengan keterbatasan kami terus mengupayakan kegiatan-kegiatan yang dapat memperkokoh kembali nasionalisme utamanya di kalangan generasi muda.

Untuk peran aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, mengupayakan gerakan deradikalisasi serta berperan aktif dalam misi kemanusiaan dan lingkungan, Banteng Indonesia mendukung pemberantasan penyalahgunaan narkoba dan telah membentuk Komando Aksi Sukarelawan. Kami pernah diundang Kepala BNN. Kegiatan mitigasi bencana yang pernah kami laksanakan yakni Pendidikan dan Latihan Khusus Tanggap Bencana Gunung Agung Komando Aksi Sukarelawan, Karangasem, Bali, 16 – 21 Desember 2017.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, bermitra dengan ormas Banteng Indonesia dan sayap-sayapnya Generasi Muda (Gema) Banteng Indonesia, Komando Aksi Sukarelawan, Banteng Indonesia Rider, LBH Banteng Indonesia sehingga bisa berkiprah hingga usia ke 7 tahun. Semoga kedepan lebih banyak hal-hal bermanfaat dapat disenergikan,” I Ketut Guna Artha.ingkungan, Banteng Indonesia mendukung pemberantasan penyalahgunaan narkoba dan telah membentuk Komando Aksi Sukarelawan. Kami pernah diundang Kepala BNN. Kegiatan mitigasi bencana yang pernah kami laksanakan yakni Pendidikan dan Latihan Khusus Tanggap Bencana Gunung Agung Komando Aksi Sukarelawan, Karangasem, Bali, 16 – 21 Desember 2017.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, bermitra dengan ormas Banteng Indonesia dan sayap-sayapnya Generasi Muda (Gema) Banteng Indonesia, Komando Aksi Sukarelawan, Banteng Indonesia Rider, LBH Banteng Indonesia sehingga bisa berkiprah hingga usia ke 7 tahun. Semoga kedepan lebih banyak hal-hal bermanfaat dapat disenergikan,” I Ketut Guna Artha.